Jenis-jenis Receiver Relay 2 Saluran
Receiver relay 2 saluran memiliki banyak aplikasi dalam komunikasi nirkabel. Perangkat ini menerima sinyal yang dikirim oleh pemancar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Perangkat ini dapat mengontrol perangkat dan sistem otomatisasi rumah dari jarak jauh.
Receiver dirancang dengan sirkuit terpadu mikrokontroler dan output relay. Ketika papan sirkuit penerima mendeteksi sinyal dari pemancar, ia mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan relay. Dua relay memberi receiver kemampuan untuk melakukan banyak tugas. Misalnya, ketika digunakan pada pintu kendali jarak jauh, satu relay akan membuka atau mengunci pintu. Relay kedua dapat digunakan untuk menyalakan lampu di dalam atau luar ruangan dengan menghubungkan sakelar ke relay kedua.
Ada banyak jenis receiver relay 2 saluran. Mereka berbeda dalam input tegangan, frekuensi kerja, dan mode kerja.
-
Klasifikasi Berdasarkan Frekuensi Kerja
Receiver relay kontak kering nirkabel biasanya bekerja dalam band ilmiah industri 433Mhz dan 868Mhz. Berikut adalah detail dari setiap band frekuensi:
-
Band Frekuensi 433MHz
Banyak perangkat nirkabel, seperti pembuka pintu garasi, alarm mobil, dan sistem otomatisasi rumah semuanya beroperasi pada frekuensi 433 MHz. Band frekuensi ini kurang padat dibandingkan dengan 915Mhz. Oleh karena itu, sinyal dapat berjalan di jarak jauh tanpa gangguan - hingga 100 meter di garis lurus yang terbuka. Receiver dapat mendemodulasi sinyal dan mendekode data yang ditransmisikan.
-
Band Frekuensi 868 MHz
Band frekuensi 868 MHz umumnya digunakan di wilayah Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Banyak teknologi nirkabel, seperti RFID dan perangkat ISM, beroperasi dalam rentang frekuensi ini. Band 868MHz menyediakan komunikasi jarak jauh yang andal untuk beberapa aplikasi industri dan ilmiah.
-
Band Frekuensi 915MHz
Band frekuensi 915MHz sebagian besar digunakan di wilayah Amerika Utara. Ini termasuk RFID, peralatan ISM, dan LoRaWAN. Band ini memiliki banyak saluran. Oleh karena itu, perangkat dapat berkomunikasi sinyal dan data tanpa gangguan. Ini juga cocok untuk transmisi data jarak jauh.
-
Klasifikasi Berdasarkan Mode Kerja
Mode kerja receiver relay 2 saluran digunakan untuk output pulsa dan relay pengunci. Dalam mode output pulsa, receiver memiliki relay sesaat. Poros relay akan berputar dan tetap pada posisi baru selama tombol tekan ditekan. Ia akan kembali ke posisi semula saat dilepaskan. Mode output pulsa terutama digunakan dalam peralatan pneumatik dan alat tenaga. Mode ini juga dapat diterapkan pada setiap peralatan yang memerlukan sakelar sesaat.
Mode pengunci relay menghasilkan efek pengunci mekanis ketika tombol tekan ditekan. Tombol dapat dilepaskan setelah relay terkunci. Dalam mode pengunci, tombol tekan akan tetap tertekan. Mode ini digunakan dalam aplikasi seperti sistem penguncian, menyalakan/mematikan lampu, dan mesin industri.
Fungsi dan Fitur Receiver Relay 2 Saluran
Receiver relay ganda memiliki banyak fungsi yang membuatnya umum digunakan dalam banyak aplikasi. Fiturnya meliputi:
- Mengontrol perangkat listrik: Sirkuit receiver relay ganda dapat mengontrol berbagai perangkat listrik. Ketika kendali jarak jauh mengirimkan sinyal ke receiver, relay yang terpasang akan menyala atau mati. Ini memungkinkan operator untuk mengontrol perangkat dari lokasi yang jauh.
- Sistem keamanan: Receiver ganda umumnya digunakan dalam sistem keamanan. Ini terintegrasi ke dalam sistem alarm dan pintu otomatis. Pemancar kendali jarak jauh dapat mengaktifkan alarm atau membuka kunci pintu dengan menekan tombol.
- Proyek elektronik: Receiver relay ganda sangat ideal untuk penggemar dan insinyur saat merakit proyek kontrol nirkabel. Ini memiliki penggunaan yang sederhana dan dapat dihubungkan dengan papan MCU seperti Arduino untuk pembelajaran dan implementasi yang mudah.
- Otomasi industri: Dalam pengaturan industri, receiver ganda yang disolder digunakan untuk kontrol jarak jauh mesin dan peralatan. Mereka dapat mengaktifkan mesin dari jarak jauh atau mengaktifkan fungsi tertentu, sehingga meningkatkan efisiensi.
- Otomasi rumah: Receiver relay membantu dalam kontrol jarak jauh peralatan rumah tangga. Pemancar dapat menyalakan lampu, mengatur termostat, atau mengoperasikan gorden listrik.
- Aplikasi mainan dan model: Banyak mainan dan model menggunakan receiver relay untuk dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat dan mobil hobi menggunakan teknologi ini untuk dikendalikan dan dioperasikan dari jarak jauh.
- Sistem pemancar receiver dua saluran: Receiver dua saluran menyediakan dua output relay independen. Ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol dua perangkat atau sirkuit berbeda dengan satu receiver. Ini menyederhanakan proses instalasi dalam aplikasi di mana ruang terbatas.
- Mode beralih: Dalam mode beralih, setiap penekanan tombol tekan akan menghidupkan atau mematikan relay. Ini membantu ketika tombol tekan digunakan untuk mengubah status perangkat yang terhubung. Misalnya, tombol tekan dapat digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu.
- Mode sesaat: Dalam mode sesaat, kontak relay akan menutup selama tombol tekan ditekan. Saat tombol dilepaskan, kontak relay akan terbuka. Mode ini berguna dalam aplikasi di mana sakelar sementara diperlukan, seperti menghidupkan motor.
Skenario Receiver Relay 2 Saluran
Kemampuan receiver relay ganda dalam sistem kontrol nirkabel menjadikannya alat yang berharga di berbagai industri. Berikut adalah skenario penggunaan utama:
- Otomasi Rumah: Sistem otomatisasi rumah menggunakan papan sirkuit PCB modul receiver relay 2 saluran untuk menyediakan solusi kontrol jarak jauh untuk pintu garasi, gerbang, dan pintu geser. Pemilik rumah dapat dengan cepat membuka dan menutup pintu masuk tersebut dengan pemancar tombol tekan nirkabel.
- Otomasi Industri: Dalam pengaturan industri, pemancar tombol tekan dan receiver dua saluran bekerja bersama untuk mengurangi jumlah operasi manual yang diperlukan untuk mengontrol mesin, konveyor, dan katup. Misalnya, menambahkan kontrol jarak jauh ke katup meningkatkan respons dalam otomatisasi. Selain itu, dengan menekan tombol pemancar jarak jauh, pekerja dapat memulai/menghentikan mesin bersama.
- Aplikasi Otomotif: Receiver relay ganda dengan receiver RF digunakan dalam industri otomotif untuk mengembangkan sistem kendaraan, seperti pelepasan bagasi jarak jauh dan kontrol jendela daya. Mereka juga dapat digunakan untuk membuat sistem entri tanpa kunci dan pengapian.
- Aplikasi Maritim: Pengguna perahu layar menggunakan sistem pemancar tombol tekan untuk mengontrol winch, winch dek, dan peralatan onboard lainnya. Kemampuan untuk mengontrol relay secara nirkabel meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat mengoperasikan peralatan maritim.
- Sistem Keamanan: Receiver dua saluran digunakan dalam sistem keamanan untuk mengontrol mekanisme penguncian pintu keamanan, gerbang, dan sistem kontrol akses. Ketika terintegrasi dengan sensor gerak, ia dapat memicu lampu, alarm, atau kamera pengawasan.
- Proyek DIY: Untuk penggemar dan antusias, modul receiver relay ganda dan pemancar menyediakan kemungkinan yang tak terbatas. Dari membangun sakelar lampu nirkabel hingga membuat kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh, modul ini memberdayakan inovasi DIY.
Cara Memilih Receiver Relay 2 Saluran
Tidak peduli jenis sistem kontrol jarak jauh apa yang digunakan, beberapa fitur dasar harus diingat saat membeli receiver relay 2 saluran. Fitur tertentu dapat membuat sistem jarak jauh lebih mudah dan aman untuk digunakan.
- Jarak: Jarak receiver relay 2 saluran tergantung pada model, frekuensi operasi, dan desain antena. Faktor lingkungan seperti bangunan dan pohon juga dapat memengaruhi jarak. Uji jarak sebelumnya untuk memastikan receiver relay 2 saluran berfungsi di area yang dimaksud.
- Bentuk Output: Bentuk output receiver mengacu pada jenis konektor yang terhubung ke sinyal output. Ini bisa berupa blok terminal, bantalan solder, rj11, rj45, atau kabel. Pastikan untuk memeriksa bentuk output receiver dan pastikan itu cocok dengan aplikasi yang diinginkan.
- Sumber Daya: Sumber daya sistem kontrol jarak jauh nirkabel tergantung pada receiver dan pemancar. Biasanya, pemancar 2.4G menggunakan baterai lithium dengan tegangan antara 1.2V & 4.2V. Di sisi lain, receiver 2.4G dapat didukung dengan 5V-12V tanpa baterai. Penting untuk mendapatkan jenis sumber daya yang jelas untuk receiver relay 2 saluran dan kendali jarak jauh.
- Kode Pembelajaran: Faktor penting lain yang perlu diingat adalah kode pembelajaran. Kode pembelajaran menentukan keamanan dan stabilitas sistem nirkabel. Relay multitasking menggunakan kode pembelajaran independen setiap kali tombol ditekan. Ini mengaktifkan proses pembelajaran cepat. Receiver relay 2 saluran dengan kode pembelajaran memastikan sistem tetap aman dan mengurangi kemungkinan gangguan dengan perangkat lain.
- Jenis kontrol: Jenis kontrol penting saat memilih sistem receiver relay 2 saluran karena mengaktifkan relay menggunakan metode yang berbeda. Pengontrol dengan tombol tekan sesaat mengaktifkan relay hanya saat ditekan dan dipegang dan kembali ke posisi semula setelah dilepaskan. Di sisi lain, tombol tekan beralih mengaktifkan relay dan tetap terkunci hingga ditekan lagi. Sakelar rocker bergerak ke salah satu arah dan berfungsi seperti tombol beralih. Sakelar dip ringkas dan terutama digunakan untuk pengalih kontrol nirkabel. Mereka mencakup banyak sakelar mini-slip yang harus disetel ke keadaan hidup atau mati.
- Lingkungan: Saat memilih receiver relay 2 saluran, lingkungan harus diingat. Apakah sistem akan digunakan di luar ruangan atau di dalam ruangan? Di area mana sistem akan digunakan? Di area dengan suhu ekstrem, kelembapan, atau mesin berat, lebih baik memilih receiver dengan kualitas build yang kuat.
Tanya Jawab
T: Apa itu receiver relay 2 saluran?
J: Receiver relay 2 saluran adalah sakelar elektromagnetik yang dikendalikan oleh pemancar RF. Ia terhubung atau terputus secara elektronik dengan sinyal dari pemancar. Sistem sakelar ini digunakan untuk menerima sinyal nirkabel dan mengontrol perangkat seperti motor, lampu, dan sistem pemanas dalam pengaturan industri.
T: Bagaimana cara kerja receiver relay?
J: Saat sinyal frekuensi radio pemancar mencapai receiver relay, ia mengaktifkan relay di dalam receiver. Relay kemudian menutup atau membuka sirkuit, menghidupkan atau mematikan perangkat yang terhubung. Kerja setiap relay independen, memungkinkan kontrol terpisah dari dua sistem.
T: Apa perbedaan antara receiver relay dan receiver transformator?
J: Receiver relay menggunakan relay elektromagnetik untuk mengalihkan sirkuit hidup dan mati berdasarkan sinyal yang diterima, menyediakan fungsionalitas kontrol jarak jauh. Sebaliknya, receiver transformator memanfaatkan transformator sinyal untuk tugas pemrosesan dan dekode sinyal, terutama dalam sistem komunikasi. Perbedaan utama mereka terletak pada fungsinya karena receiver relay menyediakan fitur kontrol jarak jauh sedangkan receiver transformator digunakan untuk pemrosesan sinyal.