(1581 produk tersedia)
Terdapat beberapa jenis produk ambulans yang dapat digunakan dalam keadaan darurat. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Brankar
Brankar ambulans merupakan salah satu peralatan terpenting yang digunakan dalam situasi darurat medis. Brankar menyediakan cara yang aman dan nyaman untuk mengangkut pasien yang cedera atau sakit. Ada berbagai jenis brankar ambulans, seperti brankar beroda, brankar lipat, dan juga brankar scoop.
Lampu dan sirene ambulans
Lampu bar dan sirene merupakan peralatan keselamatan penting dalam ambulans. Peralatan tersebut memungkinkan penanggap medis darurat untuk menavigasi lalu lintas dengan cepat dan aman selama panggilan darurat. Tanpa pencahayaan dan sirene yang tepat, akan mustahil untuk melihat dan didengar di atas kebisingan jalan yang sibuk, yang akan menunda perawatan medis kritis. Lampu ambulans hadir dalam berbagai warna, seperti merah, biru, putih, dan kuning. Lampu-lampu tersebut melayani tujuan yang berbeda tergantung pada jenisnya dan juga peraturan yurisdiksi.
Defibrillator
Defibrillator adalah peralatan vital yang ditemukan di ambulans. Defibrillator digunakan untuk memberikan sengatan listrik ke jantung. Hal ini membantu mengembalikan detak jantung normal pada pasien yang mengalami henti jantung. Ada beberapa jenis defibrillator yang dirancang untuk tujuan berbeda dan juga menargetkan kebutuhan pasien yang berbeda. Sebagai contoh, defibrillator eksternal otomatis digunakan oleh orang awam dengan pelatihan minimal selama henti jantung. Defibrillator kardioverter implantable ditempatkan secara bedah pada pasien yang berisiko henti jantung mendadak. Terakhir, defibrillator yang dapat dikenakan ditempatkan sementara pada pasien yang berisiko henti jantung tetapi tidak memenuhi syarat untuk ICD.
Brankar ambulans
Brankar ambulans merupakan salah satu peralatan terpenting yang digunakan dalam situasi darurat medis. Brankar menyediakan cara yang aman dan nyaman untuk mengangkut pasien yang cedera atau sakit. Ada berbagai jenis brankar ambulans, seperti brankar beroda, brankar lipat, dan juga brankar scoop.
Produk layanan ambulans melayani berbagai kebutuhan. Spesifikasi setiap produk berbeda tergantung pada merek dan modelnya. Namun, spesifikasi umum untuk beberapa produk adalah sebagai berikut.
Brankar Ambulans
Kapasitas berat: Berat maksimum yang dapat ditahan brankar tanpa mengorbankan keselamatan atau fungsi adalah 159 hingga 272 kg (350 hingga 600 lbs).
Dimensi: Panjang brankar yang sepenuhnya terentang adalah antara 218 hingga 244 cm (86 hingga 96 in), sedangkan lebarnya adalah 53 hingga 61 cm (21 hingga 24 in). Saat dilipat, panjangnya berukuran 193 hingga 218 cm (76 hingga 86 in), dan lebarnya adalah 55 hingga 61 cm (22 hingga 24 in).
Berat: Brankar ambulans saja beratnya antara 35 hingga 106 kg (77 hingga 233 lbs).
Penyesuaian ketinggian: Ketinggian minimum brankar adalah 76 hingga 86 cm (30 hingga 34 in), dan maksimumnya adalah 100 hingga 108 cm (39 hingga 43 in).
Roda: Jumlah roda pada brankar ambulans biasanya empat, dengan diameter berkisar antara 10 hingga 20 cm (4 hingga 8 in).
Tas Ambulans
Tas ambulans hadir dalam berbagai ukuran dan mungkin berkisar dari 30 hingga 60 cm tingginya (12 hingga 24 in) dan 25 hingga 45 cm lebarnya (10 hingga 18 in). Berat tas saat kosong adalah 1 hingga 3 kg (2 hingga 7 lbs). Tas tersebut memiliki banyak kompartemen untuk pengaturan. Beberapa kompartemen mungkin memiliki jendela transparan untuk memungkinkan pengguna melihat konten di dalamnya. Tas tersebut tahan air dan, dalam beberapa kasus, bahkan dibuat dengan bahan antimikroba.
Defibrillator
Defibrillator ambulans memiliki berat 1,5 hingga 3,5 kg (3 hingga 8 lbs) dan dimensi 23 hingga 30 cm lebarnya (9 hingga 12 in), 18 hingga 23 cm tingginya (7 hingga 9 in), dan 28 hingga 35 cm dalamnya (11 hingga 14 in). Masa pakai baterai defibrillator, saat terisi penuh, memungkinkan pengoperasian yang konsisten selama 4 hingga 8 jam. Ukuran layar bervariasi antara 10 hingga 15 cm (4 hingga 6 in), dan prompt audio/visual jelas dan keras. Keluaran energi defibrillator dapat disesuaikan, berkisar dari 150 hingga 360 joule.
Kendaraan Layanan Ambulans
Ambulans biasanya dikategorikan berdasarkan ukurannya: kecil (berbasis van), sedang (berbasis bus), atau besar (berbasis truk). Berat ambulans berkisar dari 2.500 hingga 4.500 kg (5.500 hingga 10.000 lbs). Dimensi mereka meliputi panjang 4.500 hingga 7.500 cm (15.000 hingga 25.000 in), lebar 2.000 hingga 2.600 cm (800 hingga 1.000 in), dan tinggi 2.500 hingga 3.200 cm (1.000 hingga 1.200 in). Persyaratan kecepatan menyatakan bahwa ambulans harus mencapai kecepatan 110 hingga 130 kph (68 hingga 81 mph) dalam waktu 20 detik. Setiap ambulans memiliki sistem komunikasi, GPS, dan lampu darurat.
Ventilator
Ventilator memiliki berat 2 hingga 8 kg (4 hingga 18 lbs), dengan dimensi 20 hingga 30 cm lebarnya (8 hingga 12 in), 30 hingga 40 cm tingginya (12 hingga 16 in), dan 25 hingga 35 cm dalamnya (10 hingga 14 in). Volume tidal bervariasi dari 50 hingga 500 ml (1,7 hingga 17 oz). Tekanan ventilator berkisar dari 5 hingga 30 cm H2O (2 hingga 12 in H2O) dan laju pernapasan 10 hingga 30 napas per menit. Ventilator memiliki baterai terintegrasi yang memberi daya pada ventilator selama 4 hingga 8 jam. Ventilator juga memiliki alarm, pemantauan data, dan sistem tampilan.
Memelihara peralatan ambulans sangat penting untuk keselamatan dan efektivitas. Berikut adalah beberapa praktik umum.
Memilih ambulans yang tepat bisa menjadi tugas yang sulit karena beberapa faktor harus dipertimbangkan. Beberapa faktor ini meliputi tingkat perawatan yang akan diberikan, jenis peralatan dan ruang yang dibutuhkan, dan masih banyak lagi. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
Berikut adalah beberapa panduan umum yang dapat diikuti untuk mengganti produk ambulans apa pun.
Baca Manualnya
Ini adalah langkah pertama dan terpenting. Manual akan memberikan informasi tentang persyaratan produk tertentu, termasuk alat yang akan dibutuhkan untuk penggantian dan langkah-langkah yang harus diikuti untuk penggantian yang sukses.
Bersiaplah untuk Penggantian
Sebelum memulai penggantian, penting untuk menyiapkan ambulans dengan memastikan bahwa semua alat dan peralatan yang diperlukan tersedia dan bahwa area kerja bersih dan teratur. Hal ini akan membantu mencegah kecelakaan dan memastikan efisiensi.
Lepaskan Produk Lama
Pelepasan produk lama melibatkan penggunaan alat yang tepat untuk membuka atau melepaskan produk tersebut. Penting untuk melakukan ini dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan ambulans atau komponen lainnya.
Pasang Produk Baru
Ikuti instruksi dalam manual untuk memasang produk baru. Pastikan untuk menggunakan alat dan teknik yang tepat untuk mengamankannya dengan benar.
Uji Produk Baru
Sebelum mengembalikan ambulans ke layanan, pastikan untuk menguji produk baru untuk memastikan bahwa produk tersebut berfungsi dengan baik. Hal ini sangat penting untuk produk penting keselamatan seperti peralatan medis dan pencahayaan darurat.
T1: Apa perbedaan antara ambulans pendukung kehidupan dasar dan tingkat lanjut?
J1: Ambulans pendukung kehidupan dasar hanya memiliki peralatan dan kru terlatih yang dapat memberikan perawatan seperti CPR, manajemen jalan napas dasar, dan pertolongan pertama. Sebaliknya, ambulans pendukung kehidupan tingkat lanjut memiliki tim paramedis khusus dan peralatan yang dapat menawarkan intervensi yang lebih kompleks, termasuk pemantauan jantung, pemberian obat-obatan, dan manajemen jalan napas tingkat lanjut.
T2: Mengapa pengendalian infeksi penting dalam perawatan produk ambulans?
J2: Dalam pengendalian infeksi, produk ambulans sangat penting untuk mencegah penularan infeksi. Permukaan yang sering disentuh dan peralatan medis di ambulans harus dibersihkan, didisinfeksi, dan, dalam beberapa kasus, disterilkan dengan benar untuk menjaga lingkungan yang aman bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan.
T3: Dapatkah produk ambulans digunakan untuk transportasi pasien non-darurat?
J3: Meskipun dirancang untuk keadaan darurat, produk ambulans tertentu, seperti brankar dan peralatan pemantauan pasien, dapat digunakan dalam transportasi medis non-darurat. Namun, penggunaan spesifik akan bergantung pada situasi dan kesesuaian produk.
T4: Apa peran telemedicine dalam ambulans modern?
J4: Telemedicine menghubungkan kru ambulans dengan spesialis kesehatan, memungkinkan mereka untuk berkonsultasi secara real-time tentang kondisi pasien. Teknologi ini membantu memberikan keputusan perawatan yang lebih tepat, memungkinkan spesialis untuk memandu tim ambulans selama situasi kritis.
T5: Apakah ambulans listrik sedang diperkenalkan?
J5: Ya, ambulans listrik sedang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi karbon dan menyediakan lingkungan yang lebih tenang dalam kasus pemulihan pasien yang kritis. Ambulans ini menggunakan teknologi baterai canggih untuk memberi daya pada kendaraan dan peralatan medisnya.