(12 produk tersedia)
Terdapat berbagai jenis ripper multi-shank hidraulik yang dirancang untuk berbagai aplikasi dan fungsi dalam merobek tanah, batuan, dan bahan keras lainnya.
Ripper Multi-Shank Konvensional
Ripper ini terdiri dari rakitan A-frame dengan beberapa shank yang terpasang pada rangka. Jumlah shank dapat bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran ripper. Setiap shank memiliki jarak yang lebar di antara keduanya, memungkinkan pola robekan yang luas. Ripper konvensional ditarik di belakang traktor atau ekskavator.
Ripper Tarik Bawah
Ripper ini memiliki sistem linkage hidraulik yang unik. Ripper ini memiliki shank ripper dengan ujung lebar dan jarak yang besar. Saat ditarik oleh traktor atau ekskavator, linkage hidraulik memungkinkan ripper untuk menerapkan gaya ke bawah dengan gravitasi, menariknya ke dalam tanah. Gaya yang kuat ini memungkinkan ripper untuk menghancurkan tanah dan bahan yang padat.
Ripper Parabola
Ripper ini memiliki konfigurasi shank yang membentuk parabola melengkung. Konfigurasi ini memungkinkan pergerakan tanah lateral yang lebih banyak dibandingkan dengan ripper lurus konvensional. Hal ini menjadikan ripper parabola ideal untuk mencampur dan melonggarkan tanah. Ripper parabola dapat ditarik di belakang kendaraan atau dijalankan dari sistem hidraulik traktor atau ekskavator.
Ripper Siluman
Ripper ini memiliki shank melengkung yang meminimalkan gangguan permukaan dan hanya menyerupai bajak. Hal ini membuatnya dapat diterapkan untuk memecahkan tanah keras tanpa menyebabkan gangguan permukaan yang signifikan. Ripper siluman dapat dipasang pada traktor atau ekskavator.
Ripper Shank Dolley
Ripper ini memiliki satu atau beberapa shank yang dipasang pada dolley. Dolley ditarik di belakang kendaraan atau traktor. Baik itu memiliki satu atau beberapa shank, dolley memungkinkan radius putar yang cepat dan mudah selama pengoperasian.
Spesifikasi utama ripper hidraulik meliputi jumlah shank, jarak, dan panjang. Ripper hidraulik bekerja dengan sistem hidraulik traktor pertanian. Tekanan pengoperasian bervariasi antara 120 dan 160 bar, dengan laju alir antara 20 dan 30 liter per menit. Konektor aluminium paduannya adalah standar A32/A24. Shank memiliki ujung melengkung untuk kinerja yang lebih baik, dan kedalaman kerja biasanya antara 0,3 dan 1 m.
Pemeliharaan yang tepat pada ripper multi-shank hidraulik sangat penting untuk kinerja jangka panjang dan efisiensi. Pertama, minyak dalam pompa ripper harus diganti setiap tiga bulan untuk meningkatkan umur panjangnya. Kedua, pemeriksaan rutin terhadap kerusakan atau keausan selang hidraulik harus dilakukan. Ketiga, komponen ripper harus diperiksa untuk memeriksa baut yang longgar atau bagian yang longgar dan harus disesuaikan atau dikencangkan sesuai spesifikasi pabrikan. Untuk komponen yang rusak atau aus, inspeksi visual pada ripper harus dilakukan. Ini termasuk memeriksa retakan atau tumpulnya ujung shank, bantalan yang rusak, dan integritas rangka. Setiap penyumbatan pada saluran hidraulik ripper yang memengaruhi fungsinya harus segera ditangani.
Terakhir, membersihkan ripper hidraulik setelah digunakan membantu menghilangkan puing-puing dan tanah dari bagian-bagiannya. Praktik ini mengurangi risiko korosi dan kerusakan pada ripper. Untuk mengangkat dan mengamankan ripper dalam posisi yang stabil, pabrikan merekomendasikan penggunaan dudukan atau peralatan pengangkat yang sesuai. Mengambil tindakan pencegahan keselamatan ini akan memudahkan pembersihan dan pemeliharaan.
Ripper hidraulik memiliki beberapa shank, yang menyediakan berbagai aplikasi dalam industri pertambangan, konstruksi, pertanian, dan lansekap.
Pembongkaran dan Pengolahan Tanah:
Ripper multi-shank banyak digunakan dalam pertanian untuk pengolahan tanah dan pembongkaran tanah. Dengan menggunakan mesin ripper untuk membongkar tanah, petani meningkatkan perkolasi air, mengurangi pemadatan tanah, dan meningkatkan aerasi tanah. Hasil ini merangsang pertumbuhan akar, sehingga berkontribusi pada perkembangan tanaman yang sehat.
Restorasi Lahan:
Ketika menghadapi masalah tanah yang padat dan rusak akibat praktik penggembalaan intensif atau gangguan lainnya, ripper multi-shank dapat memberikan bantuan. Mesin ini memecah lapisan permukaan, mendorong proses alami seperti aerasi tanah dan drainase. Sebagai hasilnya, mesin ripper membantu dalam restorasi dan pemulihan lahan, menjadikannya alat berharga untuk pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
Persiapan Lahan untuk Penanaman:
Ripper multi-shank terbukti bermanfaat saat membuka lahan sebelum operasi penanaman. Dengan membuat alur di tanah, ripper mempersiapkan bedengan benih yang sangat baik untuk berbagai jenis tanaman. Selain itu, mesin ripper meningkatkan efisiensi operasi penanaman selanjutnya. Mesin ini merampingkan proses dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
Pembongkaran Berat:
Ripper multi-shank hidraulik unggul dalam aplikasi pembongkaran berat. Ripper ini dapat secara efisien merobek dan memecahkan berbagai bahan yang menantang, seperti tanah keras, lapisan batuan, dan lapisan beku, sehingga meningkatkan kondisi tanah. Membongkar lapisan-lapisan yang keras ini memfasilitasi drainase, penetrasi akar, dan aerasi tanah, sehingga berdampak positif pada usaha pertanian dan lansekap.
Operasi Pertambangan:
Dalam konteks operasi pertambangan, ripper multi-shank hidraulik memainkan peran kunci dalam ekstraksi bijih serta pengembangan pertambangan. Mesin ripper memecahkan batuan secara efisien. Dengan demikian, membantu dalam ekstraksi sumber daya mineral berharga seperti batu bara, batu kapur, dan bijih besi.
Persiapan Lahan:
Ripper multi-shank adalah alat penting untuk persiapan lahan. Baik untuk proyek konstruksi atau lansekap, ripper ini menciptakan dasar tanah yang stabil dan berventilasi baik dengan memecah tanah yang padat dan lapisan bawah permukaan. Efisiensi kegiatan konstruksi dan lansekap selanjutnya ditingkatkan.
Penggalian Utilitas:
Ripper dengan beberapa shank digunakan sebagai alternatif yang efisien untuk metode penggalian tradisional. Ripper ini dapat membuat parit yang sempit dengan cepat dan tepat, menjadikannya cocok untuk memasang utilitas seperti saluran air, saluran listrik, dan kabel serat optik.
Sebagai pembeli industri, tempat yang baik untuk memulai adalah dengan menilai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja ripper shank hidraulik.
Beban Kerja:
Beban kerja ripper hidraulik mengacu pada beban maksimum yang dapat dikerjakannya. Ini termasuk faktor-faktor seperti karakteristik material, pencocokan daya mesin, dan kondisi kerja. Ripper hidraulik dengan beban kerja yang sesuai dapat memastikan penggunaan normal dan menghindari situasi overload atau underload.
Tekanan Kerja:
Tekanan kerja adalah parameter penting yang memengaruhi kemampuan dan efisiensi pembongkaran ripper hidraulik. Saat memilih, pembeli harus memilih ripper hidraulik dengan tekanan kerja yang tepat sesuai dengan unit daya dan jenis material yang akan dibongkar. Ripper dengan tekanan kerja yang sesuai dapat memastikan gaya sobek yang cukup dan efisiensi pengoperasian yang tinggi.
Silinder:
Silinder hidraulik adalah komponen eksekutif dari mesin hidraulik, yang mengubah energi hidraulik menjadi energi mekanis dan memberikan gaya penggerak. Saat memilih ripper hidraulik, penting untuk mempertimbangkan dimensi dan tekanan kerja silinder yang tepat sesuai dengan jumlah pekerjaan dan jenis material yang akan dibongkar. Silinder hidraulik dengan ukuran dan tekanan yang tepat dapat memastikan penggunaannya yang normal dan pembongkaran yang efisien.
Kompatibilitas Ekskavator:
Kompatibilitas dengan model ekskavator adalah faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan saat memilih ripper multi-shank hidraulik. Model ekskavator yang berbeda mungkin memiliki sistem hidraulik dan metode pemasangan yang berbeda, yang mengharuskan ripper kompatibel dengan model ekskavator tertentu. Ripper yang kompatibel dengan ekskavator dapat dipasang dan dihubungkan dengan benar, memastikan penggunaan normal dan efek pembongkaran yang tepat.
Q1: Apa perbedaan antara shank dan ripper?
A1: Ekstraktor shank menyerupai kait dan biasanya terbuat dari logam, dirancang untuk mengaitkan atau mengekstrak gabus. Sebaliknya, ripper adalah alat yang biasanya digunakan dalam pertanian.
Q2: Jenis tanah apa yang digunakan ripper?
A2: Ripper hidraulik digunakan di tanah keras untuk memisahkan tanah keras. Ripper juga digunakan di tanah berbatu dan padat.
Q3: Bisakah ripper digunakan di tanah berbatu?
A3: Ya, ripper digunakan di tanah berbatu. Ripper dapat dipindahkan dengan mudah dan menembus tanah yang keras dan berbatu dengan kekuatan besar.
Q4: Apa itu pembongkaran dalam teknik hidraulik?
A4: Pembongkaran mengacu pada proses memecah tanah yang keras dan padat menggunakan ripper.