Tentang prinsip kerja dari overhead crane

Jenis-Jenis Crane Overhead

  • Crane Overhead Standar Eropa

    Crane standar Eropa yang dibentuk oleh balok horizontal, truk ujung dengan motor listrik, dan unit pengangkat. Balok biasanya berada di dalam struktur berbentuk A atau segitiga yang memungkinkan kemampuan pengangkatan presisi. Crane overhead ini dirancang untuk kecanggihan fungsional, seringkali memungkinkan kapasitas pengangkatan metrik ton yang tinggi dan pemanfaatan ketinggian optimal di ruang industri.

  • Crane Overhead Single-Girder

    Crane overhead dengan satu girder horizontal yang secara bersamaan mendukung unit pengangkat dan beban. Umumnya, crane ini lebih cocok untuk menangani beban yang lebih ringan dan ketinggian pengangkatan yang lebih rendah dibandingkan dengan rekan-rekan multi-girder. Berat dan biaya yang lebih rendah membuat crane overhead single girder menjadi pilihan ideal untuk bengkel kecil, gudang, dan lokasi lain di mana kendala ruang dan anggaran ada namun efisiensi tetap menjadi prioritas.

  • Crane Overhead Double-Girder

    Jenis crane ini terdiri dari dua girder yang didukung oleh dua truk ujung. Girder menyediakan platform yang kuat dan stabil dari mana beban dapat diangkat dan dipindahkan. Desain ini memungkinkan kapasitas pengangkatan yang lebih besar dan ruang kerja yang lebih tinggi. Selain itu, karena desain strukturalnya, crane double girder memungkinkan hoist ditempatkan di atas girder (crane top running) atau di antara girder (crane pendant), yang memberi mereka fleksibilitas dan keserbagunaan yang lebih besar dalam pengoperasian.

  • Crane Overhead Bengkel

    Crane bengkel adalah peralatan yang sangat diperlukan untuk menangani material berat dan besar dengan mudah dan efisien. Sering ditemukan di bengkel atau pengaturan manufaktur, crane ini dirancang untuk memenuhi persyaratan yang menuntut dari lingkungan tersebut. Dengan memungkinkan pergerakan material yang lancar dan aman dari satu titik ke titik lainnya, mereka secara signifikan meningkatkan produktivitas. Integrasi sistem keselamatan canggih lebih lanjut memastikan perlindungan peralatan dan personel.

  • Crane Overhead Sprocedure

    Perangkat listrik atau manual yang digunakan untuk mengangkat beban berat. Biasanya terdiri dari rakitan roda dan poros, sumber daya, mekanisme pengangkat, dan fitur keselamatan seperti pembatas beban dan penghentian darurat. Crane berfungsi dengan memindahkan beban secara horizontal melalui struktur tetap menggunakan drum atau roda yang berputar untuk mengangkat beban dan menggunakan mekanisme keselamatan untuk mencegah kecelakaan.

Spesifikasi dan Perawatan

Spesifikasi

  • Kapasitas Pengangkatan: Ini mengacu pada berat maksimum yang dapat ditangani oleh crane. Mereka biasanya dapat mengangkat benda dengan berat hingga ratusan ribu pound.
  • Panjang Bentang: Ini adalah jarak antara rel/penyangga yang dilalui crane. Panjang bentang dapat berkisar dari sepuluh kaki hingga lebih dari seratus kaki, tergantung pada tujuan crane.
  • Ketinggian Angkat: Ini adalah jarak vertikal yang dapat digerakkan oleh crane, mis., dari permukaan lantai ke bagian atas sistem rel overhead. Ketinggian angkat bervariasi berdasarkan ketinggian bangunan dan desain crane.
  • Kecepatan: Ini adalah kecepatan crane mengangkat/memindahkan benda. Kecepatan crane overhead bervariasi tergantung pada jenis crane, motornya, dan sistem kendalinya. Rentang kecepatan reguler berkisar dari 10 hingga 50 kaki per menit, sementara kecepatan crane cepat dapat melebihi 100 kaki per menit.
  • Sumber Daya: Crane overhead didukung oleh berbagai sumber, termasuk listrik, baterai, dan mesin diesel. Crane yang beroperasi di area dengan material mudah terbakar dapat menggunakan tenaga diesel untuk meminimalkan risiko kebakaran.
  • Sistem Kendali: Pengontrol crane overhead mengacu pada remote atau pendant yang digunakan untuk mengontrol pergerakan crane. Crane dikendalikan oleh berbagai sistem, seperti joystick, kendali jarak jauh radio, atau kendali pendant kabel.

Perawatan

  • Penjadwalan Inspeksi Berkala: Terapkan inspeksi crane rutin oleh teknisi yang berkualifikasi. Ikuti jadwal inspeksi sesuai petunjuk pabrik dan peraturan keselamatan yang berlaku.
  • Menyimpan Catatan Perawatan: Simpan catatan terperinci dari semua inspeksi dan perawatan crane yang dilakukan. Ini membantu meningkatkan penjadwalan dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
  • Menerapkan Perawatan Pencegahan: Kembangkan rencana perawatan pencegahan untuk crane. Ini harus mencakup pelumasan, kalibrasi, dan penggantian suku cadang yang aus, di antara tugas perawatan penting lainnya.
  • Memantau Penggunaan Crane: Awasi penggunaan crane dan berat beban. Pastikan mereka selaras dengan kapasitasnya. Beban berlebih dapat menyebabkan ketegangan dan kerusakan yang tidak perlu pada crane, yang menyebabkan kebutuhan perawatan yang meningkat.

Prinsip Kerja Crane Overhead

Crane termasuk di antara peralatan paling penting dalam industri konstruksi. Mereka memberikan dukungan untuk barang-barang yang perlu dipindahkan ke lokasi yang berbeda, terutama untuk barang-barang overhead atau barang-barang yang terlalu berat atau besar untuk dipindahkan secara manual. Struktur crane, yang biasanya berupa balok atau sabuk, menggerakkan barang tetap di sekitar struktur penyangga. Struktur penyangga dapat berupa pilar, dinding, atau serangkaian pilar.

Fungsi crane dasar melibatkan penggunaan sistem katrol bermotor, yang digunakan crane untuk menggerakkan barang naik turun di sepanjang struktur penyangga tetap. Crane yang lebih canggih dapat menggunakan kombinasi motor dan sistem sensor untuk memberikan kontrol yang lebih besar terhadap pergerakan dan penempatan benda. Benda yang lebih kecil dapat dipindahkan dengan bantuan rel geser, yang berperilaku seperti lift kayu.

Mencegah konflik dengan aktivitas lain memerlukan pemetaan dan penjadwalan yang cermat terhadap jalur di mana barang-barang akan dipindahkan. Ini biasanya dilakukan di persimpangan proyek atau di mana benda-benda dengan cepat mengubah aktivitas. Ini melibatkan pengaturan prioritas sesuai dengan penggunaan benda dan kebutuhan untuk memindahkannya melalui area tertentu.

Crane overhead memiliki banyak skenario penggunaan lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada berikut ini:

  • Konstruksi: Crane overhead umumnya digunakan dalam proyek konstruksi untuk mengangkat dan memindahkan material berat seperti balok baja, pelat beton, dan komponen pracetak. Mereka memberikan penempatan dan redistribusi material yang efisien dengan presisi tinggi. Ini meminimalkan penanganan manual dan meningkatkan keselamatan di lokasi konstruksi.
  • Manufaktur: Dalam industri manufaktur seperti otomotif, kedirgantaraan, dan mesin, crane overhead digunakan untuk proses perakitan, penanganan material, dan pemeliharaan mesin. Mereka memfasilitasi kelancaran alur produksi dengan merampingkan jalur perakitan, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
  • Pergudangan: Crane overhead menemukan aplikasi di fasilitas pergudangan dan penyimpanan untuk penyortiran otomatis, penumpukan, dan pengambilan barang. Mereka mengoptimalkan pemanfaatan ruang, meningkatkan manajemen inventaris, dan mempercepat pemenuhan pesanan. Ini sangat berguna dalam sistem penyimpanan kepadatan tinggi dan solusi pergudangan otomatis.
  • Industri Berat: Crane overhead sangat diperlukan dalam industri berat seperti metalurgi, pembuatan kapal, dan energi. Mereka digunakan untuk menangani material besar seperti logam cair, pelat berat, dan komponen turbin. Crane overhead dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan spesifik industri berat, termasuk peringkat kapasitas tinggi, konstruksi yang kokoh, dan alat pengangkat khusus.

Cara Memilih Crane Overhead

Saat memilih crane overhead ideal untuk aplikasi tertentu, pembeli bisnis harus mempertimbangkan jenis crane dan fitur-fiturnya.

  • Tata Letak dan Dimensi Fasilitas:

    Operator harus menganalisis tata letak dan dimensi fasilitas tempat crane overhead akan dipasang, termasuk lokasi kolom bangunan, hambatan overhead, dan kendala lainnya. Dengan informasi ini, cara crane akan dibangun dan dimensinya dapat dipilih agar sesuai dengan area tersebut dengan sempurna.

  • Kapasitas

    Tentukan kapasitas beban crane yang dibutuhkan. Ini termasuk berat maksimum yang harus diangkat oleh crane dan peningkatan kapasitas di masa depan yang mungkin diperlukan.

  • Lingkungan Kerja:

    Material yang akan ditangani dan fitur-fiturnya harus dipertimbangkan, seperti karakteristik korosif, mudah terbakar, berdebu, atau eksplosif. Juga, suhu lingkungan, kelembapan, dan ketinggian harus diperhitungkan, serta apakah crane berada di dalam atau di luar ruangan.

  • Pasokan Daya dan Kontrol:

    Pilih pasokan daya (AC, DC, atau baterai) dan sistem kontrol (kabin, remote, atau otomatis) yang sesuai untuk crane berdasarkan persyaratan operasional dan keterbatasan infrastruktur.

Prinsip Kerja Crane Overhead T&J

T1: Apa komponen dari crane overhead?

J1: Crane overhead terdiri dari beberapa bagian. Termasuk girder utama, yang membentuk bagian horizontal crane. Ini mendukung beban berat. Girder utama dihubungkan ke 2 bagian vertikal yang disebut truk ujung yang memungkinkan crane bergerak di sepanjang relnya. Unit pengangkat adalah bagian dari crane yang mengangkat, menurunkan, dan mengambil beban. Terdiri dari tali, kait, dan sistem katrol yang bekerja seperti lift. Crane overhead tugas berat dapat menggunakan troli sebagai ganti unit lift. Troli menggerakkan beban secara horizontal di sepanjang girder.

T2: Bagaimana crane overhead mengangkat benda berat?

J2: Crane overhead menggunakan kombinasi motor listrik, katrol, dan kait untuk mengangkat benda berat. Motor listrik di hoist menyediakan daya untuk mengangkat berat. Motor memutar tali kawat atau rantai untuk menciptakan gerakan. Beban digantung dari kait yang meraihnya.

T3: Bagaimana crane overhead bergerak dari satu tempat ke tempat lain?

J3: Crane overhead memiliki roda yang berjalan di sepanjang balok horizontal yang disebut rel. Operator crane mengarahkan pergerakan crane menggunakan kendali jarak jauh atau kabin bergerak dengan tombol. Beberapa crane memiliki rel yang dipasang di lantai untuk membantu crane bergerak di sepanjang struktur tetap.

T4: Jenis crane overhead apa yang umum digunakan di industri?

J4: Tiga jenis crane biasanya ditemukan di industri. Crane bentang memiliki girder yang berjalan tegak lurus terhadap penyangga atap atau dinding. Crane Goliath memiliki dua kaki yang menopangnya di tanah terbuka untuk mengangkat benda-benda besar. Crane jembatan adalah mesin sederhana yang mengandalkan troli dan hoist untuk mengangkat beban berat. Ini juga menggunakan rel yang dipasang pada rangka A di kedua sisi.

X